Menunaikan ibadah haji merupakan impian setiap Muslim. Namun, panjangnya antrean haji reguler di Indonesia membuat sebagian calon jamaah memilih jalur Haji Plus (Haji Khusus) sebagai alternatif. Menjelang musim haji 2026, minat terhadap haji plus terus meningkat, khususnya dari pasangan suami istri yang ingin berangkat bersama dengan masa tunggu lebih singkat dan fasilitas lebih nyaman.

Lantas, berapa estimasi biaya Haji Plus 2026 dan bagaimana prosedur pendaftarannya? Berikut ulasan lengkapnya.
Haji Plus: Masa Tunggu Lebih Singkat, Fasilitas Lebih Baik
Haji Plus adalah program ibadah haji yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Agama RI. Berbeda dengan haji reguler yang masa tunggunya bisa mencapai puluhan tahun, Haji Plus menawarkan masa tunggu relatif lebih singkat, rata-rata 5 hingga 7 tahun, tergantung kuota dan waktu pendaftaran.
Selain itu, jamaah Haji Plus umumnya mendapatkan fasilitas tambahan seperti hotel lebih dekat ke Masjidil Haram, layanan transportasi yang lebih fleksibel, serta pembimbing ibadah dengan rasio jamaah yang lebih ideal.
Estimasi Biaya Haji Plus 2026
Biaya Haji Plus 2026 ditetapkan dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD) dan dapat berbeda antar PIHK, tergantung paket dan fasilitas yang dipilih.
Estimasi Biaya per Orang
-
Paket Haji Plus Standar
USD 11.500 – 13.000
(± Rp 190 juta – Rp 215 juta) -
Paket Haji Plus VIP
USD 14.000 – 17.000
(± Rp 230 juta – Rp 280 juta) -
Paket Haji Furoda (non-kuota, tanpa antrean)
USD 18.500 – 30.000
(± Rp 300 juta – Rp 500 juta)
Estimasi Biaya untuk Pasangan Suami Istri
Karena biaya dihitung per jamaah, maka pasangan suami istri perlu menyiapkan dana sekitar:
-
Rp 380 – 430 juta (paket standar)
-
Rp 460 – 560 juta (paket VIP)
-
Rp 600 juta – hampir 1 miliar (paket Furoda)
Besaran biaya ini dapat berubah mengikuti fluktuasi nilai tukar, kebijakan PIHK, serta fasilitas yang dipilih.
Syarat Pendaftaran Haji Plus 2026
Untuk mendaftar Haji Plus, calon jamaah wajib memenuhi persyaratan umum berikut:
-
Warga Negara Indonesia (WNI) beragama Islam
-
Memiliki KTP dan Kartu Keluarga
-
Paspor aktif dengan masa berlaku mencukupi
-
Sehat jasmani dan rohani
-
Menyiapkan dokumen pendukung seperti:
-
Akta kelahiran
-
Buku nikah (bagi pasangan suami istri)
-
Pas foto sesuai ketentuan
-
Surat keterangan sehat
-
Setiap PIHK bisa memiliki ketentuan teknis tambahan, namun tetap mengacu pada regulasi Kementerian Agama.
Prosedur Pendaftaran Haji Plus
Secara umum, alur pendaftaran Haji Plus 2026 adalah sebagai berikut:
1. Memilih PIHK Resmi Calon jamaah harus mendaftar melalui PIHK yang terdaftar resmi di Kementerian Agama RI. Hal ini penting untuk memastikan legalitas dan keamanan kuota haji.
2. Pengumpulan Dokumen & Formulir Jamaah menyerahkan dokumen persyaratan dan mengisi formulir pendaftaran yang disediakan oleh PIHK.
3. Setoran Awal BPIH Khusus Setelah data dinyatakan lengkap, jamaah melakukan setoran awal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) Khusus melalui bank penerima setoran yang ditunjuk pemerintah.
4. Verifikasi Kementerian Agama Data jamaah diverifikasi melalui sistem resmi Kemenag (SISKOHAT). Jika valid, jamaah akan tercatat dalam kuota Haji Khusus.
5. Terbit Nomor Porsi Nomor porsi menjadi bukti resmi bahwa jamaah telah terdaftar dan masuk dalam daftar tunggu Haji Plus.
6. Pelunasan Biaya Pelunasan biaya dilakukan menjelang tahun keberangkatan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Pentingnya Kehati-hatian dalam Memilih Travel
Calon jamaah diimbau untuk:
-
Tidak tergiur harga terlalu murah
-
Memastikan PIHK memiliki izin resmi
-
Meminta kontrak tertulis yang jelas
-
Memahami skema biaya, fasilitas, dan kebijakan pembatalan
Kehati-hatian ini sejalan dengan prinsip Islam dalam menjaga amanah dan menghindari gharar (ketidakjelasan) dalam transaksi.
Penutup
Haji Plus 2026 menjadi solusi bagi pasangan suami istri yang ingin menunaikan rukun Islam kelima dengan masa tunggu lebih singkat dan pelayanan lebih optimal. Meski biayanya relatif tinggi, transparansi prosedur dan kepastian kuota menjadi nilai lebih yang patut dipertimbangkan.
Sebagai ibadah yang memerlukan kesiapan fisik, mental, dan finansial, perencanaan haji sejak dini merupakan langkah bijak agar perjalanan menuju Baitullah dapat dilaksanakan dengan tenang dan khusyuk.