Mengapa Umrah di Bulan Sya’ban Disebut “Gerbang” Menuju Ramadhan?

Kategori : Haji & Umroh, Ditulis pada : 06 Februari 2026, 09:00:18

Bulan Sya’ban sering kali datang tanpa banyak perhatian. Ia berada di antara dua bulan besar—Rajab dan Ramadhan—hingga sebagian orang melewatinya begitu saja. Padahal, dalam Islam, Sya’ban memiliki posisi yang sangat strategis: ia adalah bulan persiapan ruhani, bahkan dapat disebut sebagai gerbang menuju Ramadhan.

Salah satu bentuk persiapan terbaik yang banyak dilakukan kaum muslimin adalah melaksanakan umrah di bulan Sya’ban. Lantas, apa dasar dan makna di balik anggapan ini?


Sya’ban: Bulan yang Dicontohkan Nabi untuk Persiapan Ibadah

Dalam hadits shahih, Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ berpuasa dalam satu bulan lebih banyak daripada di bulan Sya’ban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ secara sadar menjadikan Sya’ban sebagai masa peningkatan ibadah, khususnya sebelum memasuki Ramadhan. Puasa sunnah yang banyak dilakukan Nabi ﷺ bukan sekadar ibadah tambahan, melainkan latihan ruhani dan fisik agar siap menyambut Ramadhan dengan optimal.

Para ulama menjelaskan bahwa Sya’ban adalah bulan untuk:

  • memperbaiki niat,

  • membersihkan hati,

  • membiasakan diri dengan ibadah yang konsisten.

Inilah sebabnya Sya’ban disebut sebagai jembatan atau gerbang menuju Ramadhan.


Umrah di Bulan Sya’ban: Menguatkan Makna Persiapan

Walaupun tidak ada dalil khusus yang menyatakan keutamaan umrah di Sya’ban secara eksplisit, maknanya sangat selaras dengan ruh bulan Sya’ban itu sendiri.

Umrah merupakan ibadah yang mencakup:

  • taubat,

  • dzikir,

  • shalat,

  • doa,

  • serta pelepasan diri dari rutinitas duniawi.

Ketika umrah dilakukan di bulan Sya’ban, seorang muslim seakan memasuki Ramadhan lebih awal, dengan hati yang telah dilunakkan dan jiwa yang telah dibersihkan.

Banyak ulama dan praktisi dakwah menyebut bahwa umrah di Sya’ban membantu:

  • menata ulang orientasi hidup,

  • menguatkan niat ibadah Ramadhan,

  • melatih kesabaran dan kekhusyukan sebelum datangnya bulan puasa.


Nisfu Sya’ban: Momentum Introspeksi Diri

Di pertengahan bulan Sya’ban terdapat malam yang dikenal sebagai Nisfu Sya’ban. Dalam sejumlah riwayat—yang sebagian diperselisihkan tingkat kekuatannya—disebutkan bahwa malam ini adalah malam pengampunan bagi hamba-hamba Allah yang bertaubat dan tidak menyekutukan-Nya.

Para ulama menekankan agar kaum muslimin tidak mengkhususkan ibadah tertentu tanpa dalil yang kuat, namun tetap dianjurkan untuk:

  • memperbanyak doa,

  • istighfar,

  • muhasabah diri,

  • dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Bagi jamaah yang melaksanakan umrah di sekitar waktu ini, Nisfu Sya’ban menjadi momen refleksi mendalam, sebelum memasuki Ramadhan dengan lembaran baru.


Kaitan dengan Keutamaan Umrah di Bulan Ramadhan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila datang bulan Ramadhan, lakukanlah umrah, karena umrah di bulan Ramadhan setara pahalanya dengan haji.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan betapa agungnya ibadah yang berkaitan dengan Ramadhan. Oleh karena itu, umrah di bulan Sya’ban sering dipandang sebagai latihan ruhani agar seorang muslim:

  • siap secara mental,

  • kuat secara fisik,

  • dan fokus secara spiritual
    jika kelak menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.


Dimensi Praktis: Menyiapkan Diri Menyambut Ramadhan

Selain nilai spiritual, umrah di bulan Sya’ban juga membawa manfaat praktis:

  • tubuh beradaptasi dengan aktivitas ibadah intensif,

  • jamaah terbiasa dengan pengaturan waktu shalat dan istirahat,

  • hati lebih siap menghadapi puasa, tarawih, dan qiyamul lail.

Dengan kata lain, Ramadhan tidak datang secara mendadak, melainkan disambut dengan kesiapan lahir dan batin.


Penutup: Masuk Ramadhan dengan Hati yang Telah Disiapkan

Sya’ban bukanlah bulan biasa. Ia adalah bulan yang dicontohkan Rasulullah ﷺ sebagai masa persiapan, dan umrah di bulan ini menjadi salah satu cara terbaik untuk menyongsong Ramadhan dengan penuh kesadaran.

Jika Ramadhan adalah puncak ibadah tahunan, maka Sya’ban adalah pintunya. Dan umrah di bulan Sya’ban adalah langkah nyata untuk memasuki pintu itu dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan jiwa yang siap beribadah sepenuh-penuhnya.

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id