Umrah di Bulan Ramadan: Senilai dengan Haji Bersama Rasulullah ﷺ
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan, ampunan, dan pelipatgandaan pahala. Di bulan inilah kaum muslimin berlomba-lomba memperbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Allah ﷻ, dan membersihkan hati dari dosa. Di antara ibadah yang memiliki keutamaan luar biasa di bulan Ramadan adalah umrah.
Keutamaan ini ditegaskan langsung oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits shahih yang masyhur, hingga umrah di bulan Ramadan disebut senilai dengan haji bersama beliau ﷺ.
Dalil Hadits: Umrah Ramadan Senilai Haji
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila datang bulan Ramadan, maka lakukanlah umrah. Karena umrah di bulan Ramadan setara dengan haji bersamaku.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hadits ini merupakan hadits shahih yang disepakati para ulama, dan menjadi dasar utama keutamaan umrah di bulan Ramadan. Penyebutan “bersamaku” menunjukkan betapa besar nilai pahala yang Allah ﷻ berikan kepada orang yang melaksanakan umrah di bulan penuh rahmat ini.
Makna “Setara dengan Haji”: Pahala, Bukan Kewajiban
Para ulama menjelaskan bahwa makna “setara dengan haji” dalam hadits tersebut adalah kesetaraan dalam pahala, bukan dalam hukum atau kewajiban syariat.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan bahwa:
Kesetaraan ini adalah dalam hal pahala, bukan menggugurkan kewajiban haji fardhu.
Hal ini penting untuk ditegaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah umat. Umrah di bulan Ramadan tidak menggantikan kewajiban haji bagi seorang muslim yang telah mampu dan memenuhi syarat.
Allah ﷻ tetap mewajibkan haji sebagaimana firman-Nya:
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 196)
Ayat ini menunjukkan bahwa haji memiliki kedudukan hukum tersendiri sebagai rukun Islam yang wajib ditunaikan sekali seumur hidup bagi yang mampu.
Hikmah Keutamaan Umrah di Bulan Ramadan
Keutamaan umrah di bulan Ramadan tidak lepas dari keutamaan bulan itu sendiri. Ramadan adalah waktu di mana:
-
Pahala ibadah dilipatgandakan
-
Pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup
-
Setan-setan dibelenggu
-
Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan
Ketika seorang muslim melaksanakan umrah di bulan Ramadan, ia menggabungkan keutamaan waktu (Ramadan) dan keutamaan tempat (Tanah Haram). Inilah yang menjadikan pahala umrah Ramadan begitu besar di sisi Allah ﷻ.
Umrah Ramadan: Kesempatan Langka dan Mulia
Tidak semua orang diberi kesempatan untuk beribadah di Tanah Suci pada bulan Ramadan. Bagi yang Allah mudahkan langkahnya, umrah Ramadan adalah nikmat besar yang patut disyukuri.
Selain melaksanakan rangkaian umrah, jamaah juga dapat menghidupkan Ramadan di Masjidil Haram dengan:
-
Shalat berjamaah dan qiyamul lail
-
Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
-
Memperbanyak doa dan dzikir
-
Bersedekah dan membantu sesama
Semua amalan ini dilakukan di tempat paling mulia dan waktu paling utama.
Penutup: Raih Pahala Besar, Tetap Lurus dalam Pemahaman
Umrah di bulan Ramadan adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki pahala luar biasa, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ. Namun, sebagai muslim yang lurus dalam pemahaman agama, kita tetap harus menempatkan ibadah sesuai kedudukannya.
Umrah Ramadan senilai dengan haji dalam pahala, tetapi tidak menggantikan haji fardhu. Keduanya adalah ibadah mulia yang memiliki tempat masing-masing dalam syariat Islam.
Semoga Allah ﷻ memudahkan langkah kita menuju Baitullah, menerima seluruh amal ibadah kita, dan mempertemukan kita dengan keberkahan Ramadan di Tanah Suci. Aamiin.