Buka Puasa Terpanjang di Dunia: Sensasi Iftar di Pelataran Masjid Nabawi

Kategori : Khazanah, Ditulis pada : 20 Februari 2026, 09:00:44

Ramadan selalu menghadirkan kisah yang berbeda di setiap penjuru dunia. Di sebagian wilayah Eropa Utara, umat Islam menjalani puasa terpanjang di dunia, bahkan mencapai lebih dari 20 jam. Namun ada satu tempat yang, meski durasi puasanya tidak terpanjang, justru menghadirkan makna iftar paling mendalam dan menggetarkan hati: pelataran Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawwarah.

Di tempat inilah, jutaan umat Islam dari berbagai bangsa merasakan sensasi berbuka puasa yang sarat nilai ibadah, ukhuwah, dan keteladanan Rasulullah ﷺ.


? Puasa Terpanjang dan Kesabaran Umat Islam Dunia

Durasi puasa ditentukan oleh waktu terbit fajar dan terbenam matahari. Di negara-negara lintang tinggi seperti Swedia, Norwegia, atau Islandia, siang hari di bulan Ramadan bisa berlangsung sangat panjang. Umat Islam di sana menahan lapar dan dahaga hingga 20–21 jam.

Fenomena ini menunjukkan bahwa puasa bukan sekadar rutinitas waktu, melainkan latihan kesabaran dan ketaatan yang menembus batas geografis.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)


? Iftar di Pelataran Nabawi: Bukan Sekadar Berbuka

Berbeda dengan puasa terpanjang secara durasi, iftar di Masjid Nabawi adalah salah satu yang terpanjang secara barisan dan kebersamaan. Setiap sore Ramadan, pelataran masjid dipenuhi saf-saf manusia yang duduk rapi, menunggu adzan Maghrib dengan penuh khidmat.

Pemandangan khas yang menggetarkan hati:

  • Hamparan karpet dan plastik putih membentang sangat panjang

  • Kurma, roti, yoghurt, dan air Zamzam tersaji sederhana

  • Jamaah dari berbagai negara duduk sejajar tanpa perbedaan status

Saat adzan berkumandang, ribuan tangan serentak meraih kurma—sunah Nabi ﷺ yang hidup dan nyata.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


? Keutamaan Memberi Iftar di Masjid Nabawi

Setiap hari di bulan Ramadan, jutaan paket iftar disiapkan oleh para dermawan dan lembaga resmi. Semua dilakukan dengan tertib, cepat, dan penuh adab, karena jamaah hanya diberi waktu singkat sebelum berdiri untuk shalat Maghrib.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikit pun pahalanya.”
(HR. Tirmidzi)

Inilah sebabnya Masjid Nabawi menjadi simbol nyata sedekah global umat Islam, di mana pahala mengalir tanpa henti, bahkan dari orang-orang yang tidak saling mengenal.


? Kesederhanaan yang Mengajarkan Hakikat Ramadan

Tidak ada hidangan mewah. Tidak ada pesta berlebihan. Namun justru dari kesederhanaan itulah makna Ramadan terasa paling utuh.

Iftar di pelataran Masjid Nabawi mengajarkan bahwa:

  • Berbuka adalah ibadah, bukan ajang berlebih-lebihan

  • Kebersamaan lebih utama daripada kemewahan

  • Ramadan adalah tentang menguatkan hubungan dengan Allah dan sesama manusia


✨ Penutup: Ramadan yang Hidup di Kota Rasulullah ﷺ

Puasa terpanjang di dunia mengajarkan ketahanan fisik, sementara iftar di pelataran Masjid Nabawi mengajarkan ketahanan hati. Di sanalah umat Islam belajar bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar, tetapi menumbuhkan taqwa, empati, dan cinta kepada Rasulullah ﷺ.

Bagi siapa pun yang pernah merasakannya, berbuka puasa di Masjid Nabawi bukan hanya kenangan perjalanan—melainkan pengalaman spiritual yang membekas seumur hidup.

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id